rio coding, money, and traveling

Mengapa kuliah? Jawaban pasca kuliah

Masa kuliah bagiku cukup menyenangkan, salah satu alasan terbaik karena kebutuhan hidup aman, ada bulanan, dan tentu saja menyenangkan bermain kesana kesini. Satu posting lamaku yg masih tampil di beranda blog itb sampai saat ini Kuliah itu Belajar Secara Otodidak? Buat Apa Kuliah? (28 Januari 2015). Postingan itu kutulis beberapa minggu setelah pulang dari pendidikan dasar, memang pendidikan dasar sangat memberikanku inspirasi saat itu. Saat itu aku cukup bertanya-tanya tentang metode belajar kuliah yang mayoritas harus belajar sendiri, dan di akhir postingan aku mengatakan jawaban itu akan muncul setelah aku lepas dari kuliah.

Jadi, apakah jawaban itu sudah muncul? Tentu saja sudah. Jawabannya: karena proses belajar tujuan akhirnya untuk memanusiakan manusia.

Proses itu dimulai dengan cara yang paling mudah hingga paling susah. Jika diperhatikan proses belajar TK hingga Kuliah, pada semua prosesnya, semakin lama pengajarnya semakin pemalas, benar sekali, dan itu bukan karena mereka malas, namun karena proses belajar memang harus seperti itu menjadikan yang diajar menjadi mandiri, bisa berpikir, dan yang terpenting bisa merasakan lingkungan sekitarnya. Hingga pada akhirnya kita akan belajar di tingkat pendidikan tak-formal yang paling akhir yaitu kehidupan di masyarakat. Di tahap kehidupan bermasyarakat pengajarnya semakin aneh, bukan hanya semakin pemalas, kita bahkan tidak pernah tau siapa pengajar dan siapa yang diajar, dan tidak ada tagihan uang belajarnya.

Dengan kuliah, seharusnya mahasiswa menjadi berpandangan lebih luas, memahami ilmu yang dipelajarinya, dan seharusnya melaksanakan kewajibannya sesuai dengan janji yang diucapkannya saat wisuda. Aku yakin kuliah dimanapun, janji seorang lulusan dari perkuliahan salah satunya pasti untuk menjadikan peradaban manusia dan negaranya menjadi lebih baik dan lebih maju, dalam arti lain ia harus memiliki rasa peduli dengan sekitarnya untuk bisa mewujudkan janji itu, tidak sekedar hanya mengambil keuntungan untuk diri sendiri.

Tidak semua orang memiliki kesempatan bisa belajar sampai tahap kuliah. Sebagian orang ada yang hanya sampai SMA, SMP, SD, atau bahkan tidak sekolah formal sama sekali. Apapun alasan dibalik tidak sampai kuliah, cap ‘tidak kuliah’ bukan menjadi ukuran seberapa manusianya seseorang, tidak menutup kemungkinan ia belajar lebih banyak secara mandiri dan lebih manusiawi dari pengalaman hidup yang dijalaninya daripada orang yang kuliah sekalipun.