rio coding, money, and traveling

Kompilasi Awal Januari 2019

Ini, sudah sebulan sejak tahun 2019. Waktu memang tidak terasa terus berjalan, dan terasa semakin cepat.

Awal 2019 memang agak menyulitkan bagiku, tapi setidaknya aku melakukan tiga trip selama bulan tersebut, sungguh pencapaian yang baik.

Trip pertama saat masih di Sibolga, seperti biasa tidak lengkap rasanya jika di Sibolga tanpa berkumpul dengan teman-teman SMA. Trip ke pulau Kalimantung, bisa dibilang trip ini jenisnya share cost, atau lebih tepatnya dengan tambahan donatur, hahah. Dengan anggota sekitar belasan orang, prakiraan cuaca yang suka membuat takut, dan jam karetnya orang batak, akhirnya jadi berangkat juga. Di luar dugaan, cuaca ternyata sangat cerah, dan sungguh sangat beruntung untuk bulan Januari.

Trip kedua yaitu ke kepulauan seribu yang paling dekat dengan Jakarta, kalian anak-anak trip Jakarta pasti sudah ga asing dengan trip ini, sudah sangat terkenal yaitu ke tiga pulau Cipir, Kelor, Onrust. Sayangnya, keberuntungan tidak berpihak saat itu, trip yang seharusnya tiga pulau menjadi dua pulau karena cuaca tidak mendukung. Trip ini jenisnya open trip, ini kedua kalinya aku ikut trip ini sama persis. Trip ini berangkat dengan kapal kecil dari muara kamal.

Pada trip ketiga, ini agak berbeda, trip ini terjadi dengan banyak ketidakpastian dan pasrah. Waktu itu iseng buka Couchsurfing aktifkan hangout, tujuan awal untuk cari teman karaoke, tapi ada satu event yang menarik perhatianku, yaitu trip ke pulau Sebaru, jika tiga pulau diatas adalah pulau terdekat ke kota Jakarta, pulau Sebaru adalah salah satu pulau (kedua) terjauh dari kota Jakarta (tepatnya di ujung kepulauan seribu) yang katanya tidak berpenghuni, ternyata ada penghuninya walaupun hanya beberapa orang. Pulau paling ujung katanya adalah pulau Sebira. Mereka yang mengadakan event ini adalah anak-anak pecinta free-diving, sedangkan aku hanya bisa berenang mengambang saja, hahahhh.

Akhirnya dengan keputusan yang terburu-buru, langsung join, bayar DP. Trip ini jenisnya share cost, karena katanya di CS tidak boleh melakukan hal-hal berbau komersial seperti open trip. Sampai di hari-H tidak mudah bagi seorang rio untuk beradaptasi disana, bahkan karena takut terlambat, aku sampai menginap di sekitar daerah taman sari jakarta. Trip ini berangkat dengan anggota 18 orang kalau tidak salah hitung. Berbeda dengan trip sebelumnya, kali ini berangkat dari muara angke dengan kapal yang besar menuju pulau harapan. Dari pulau harapan lanjut lagi dengan kapal kecil menuju tujuan akhir pulau Sebaru. Disana tidak ada penginapan, jadi kami (tepatnya beberapa orang saja) membawa perlengkapan camp seperti tenda, hammock, dan lainnya. Sayangnya aku hanya membawa badan saja. Anyway, pulau Sebaru menurutku sangat bagus, dan bisa kubilang eksotis, masih minim sentuhan manusia, terumbu karang berwarna-warni, pasir putih, air jernih, dan minim polusi cahaya jadi bisa lihat bintang di langit.

Satu lagi yang menarik bagiku adalah ketika pulang dari trip ketiga. Jadi kami semua berpisah, beberapa orang ada yang pulang dengan kendaraan sendiri dan beberapa krl-lovers. Aku salah satu anak-anak krl disitu, akhirnya aku sampai tujuan akhir stasiun cisauk, saat itu jam 10 malam. Baterai hp ku lowbat, aku memutuskan mampir ke charging station dulu, ternyata disana ada satu orang bapak-bapak yang sedang ngecas hp juga, sebagai orang yang hormat kepada orang yang lebih tua, aku permisi dulu ke beliau. Ehh sahutanku malah dibalas muka bingung, aku juga bingung jadinya, sedikit kuperhatikan lagi ternyata dia bukan orang Indonesia, terus coba sok dekat kenalan pake bahasa Inggris pas-pasan, jawabannya kurang memuaskan (mungkin karena bahasa Inggrisku terlalu buruk :(( wkwk ), setelah nanya asal baru tahu kalau dia orang meksiko. Cerita lengkapnya disiniā€¦

I meet a mexican on Cisauk train station, i didn't even know if he was a mexican on the first time, i was just guessing he didn't speak english well, even my english also bad hahahahh, but he speak spanish well. He offered me a wine, we drink on the public space on train station, it was about 10pm, we talk so much, he said that he was alone with no friends all the time in Indonesia since he was arrived four years ago, i didn't know what happened to him, but he was so happy to met me and he said that no one wanted to talk with him, everyone he tried to talk the people refused.

After my phone charged enough, we leaved the station together because we had same way. On the way we leaved the station he asked me to stop on a store to buy some beer, the guy on the store said that he often came to the store to buy beer, do you know what happened after? he bought three beer, he drunk a bottle beer (the big one) in a shoot, and then he gag (throw up) liquid from his mouth, i guess it was the wine, he was a crazy man. What happened man? while we were on the store, his phone always ringing, i thought it was his wife, once he answered the call, he talked in spanish, i didn't even understand any word.

Then i asked him to leaved to his home, because he was drunk, i ordered Gojek, i take him to home, at least he still could guide the driver to show the way to his home. It was about 11pm.

I think he was stressed all the time, because he didn't have any friends (i guess ? who knows).

Note: Buat yang bertanya-tanya sok pake bahasa Inggris, jadi aku udh pernah menulis cerita ini utk bio di CS, capek kalo harus tulis ulang lagi ke bahasa Indonesia, copas ae.